Harapan Putra

Delivery to you the hottest news from harapanputra.com 2013 everyday with no delay

Home » Posts filed under keluarga
Showing posts with label keluarga. Show all posts
Showing posts with label keluarga. Show all posts

Membuang Kata "Jangan" Dalam Mendidik Anak

keluarga No comments:
“Al-Qur’an itu kuno, Bu, konservatif, out of dated!. Kita telah lama hidup dalam nuansa humanis, tetapi Al-Qur’an masih menggunakan pemaksaan atas aturan tertentu yang diinginkan Tuhan dengan rupa perintah dan larangan di saat riset membuktikan kalau pemberian motivasi dan pilihan itu lebih baik. Al-Qur’an masih memakai ratusan kata ‘jangan’ di saat para psikolog dan pakar parenting telah lama meninggalkannya. Apakah Tuhan tidak paham kalau penggunaan negasi yang kasar itu dapat memicu agresifitas anak-anak, perasaan divonis, dan tertutupnya jalur dialog?“ Katanya sambil duduk di atas sofa dan kakinya diangkat ke atas meja.

Membuang Kata Jangan Dalam Mendidik Anak
Pernahkan Bapak dan Ibu sekalian membayangkan kalau pernyataan dan sikap itu terjadi pada anak kita, suatu saat nanti?

Itu mungkin saja terjadi jika kita terus menerus mendidiknya dengan pola didikan Barat yang tidak memberi batasan tegas soal aturan dan hukum. Mungkin saja anak kita menjadi demikian hanya gara-gara sejak dini ia tidak pernah dilarang atau mengenal negasi ‘jangan’.

Saat ini, sejak bergesernya teori psikoanalisa (Freud dan kawan-kawan) kemudian disusul behaviorisme (Pavlov dan kawan-kawan), isu humanism dalam mendidik anak terus disuarakan. Mereka membuang kata “Jangan” dalam proses mendidik anak-anak kita dengan alasan itu melukai rasa kemanusiaan, menjatuhkan harga diri anak pada posisi bersalah, dan menutup pintu dialog. Ini tidak menjadi masalah karena norma apapun menghargai nilai humanisme.

Tidak perlu ditutupi bahwa parenting telah menjadi barang dagangan yang laris dijual. Ada begitu banyak lembaga psikologi terapan, dari yang professional sampai yang amatiran dengan trainer yang baru lulus pelatihan kemarin sore. Promosi begitu gencar, rayuan begitu indah dan penampilan mereka begitu memukau. Mereka selalu menyarankan, salah satunya agar kita membuang kata “jangan” ketika berinteraksi dengan anak-anak. Para orang tua muda terkagum-kagum member applausa. Sebagian tampak berjilbab, bahkan jilbab besar. Sampai di sini [mungkin] juga sepertinya tidak ada yang salah.

Tetapi pertanyaan besar layak dilontarkan kepada para pendidik muslim, apalagi mereka yang terlibat dalam dakwah dan perjuangan syariat Islam. Pertanyaan itu adalah “Adakah Engkau telah melupakan Kitabmu yang di dalamnya berisi aturan-aturan tegas? Adakah engkau lupa bahwa lebih dari 500 kalimat dalam ayat Al-Qur’an menggunakan kata “jangan”?

Salah satu contoh terbaik adalah catatan Kitabullah tentang Luqman Al-Hakim, Surah Luqman ayat 12 sampai 19. Kisah ini dibuka dengan penekanan Allah bahwa Luqman itu orang yang Dia beri hikmah, orang arif yang secara tersirat kita diperintahkan untuk meneladaninya (“walaqod ataina luqmanal hikmah..” dst)

Apa bunyi ayat yang kemudian muncul? Ayat 13 lebih tegas menceritakan bahwa Luqman itu berkata kepada anaknya “Wahai anakku, JANGANLAH engkau menyekutukan Allah. Sesungguhnya syirik itu termasuk dosa yang besar”.

Sampai pada ayat 19, ada 4 kata “laa” (jangan) yang dilontarkan oleh Luqman kepada anaknya, yaitu “laa tusyrik billah”, “fa laa tuthi’humaa”, “Wa laa tusha’ir khaddaka linnaasi”, dan “wa laa tamsyi fil ardli maraha”

Luqman tidak perlu mengganti kata “jangan menyekutukan Allah” dengan (misalnya) “esakanlah Allah”. Pun demikian dengan “Laa” yang lain, tidak diganti dengan kata-kata kebalikan yang bersifat anjuran.

Adakah pribadi psikolog atau pakar patenting pencetus aneka teori ‘modern’ yang melebihi kemuliaan dan senioritas Luqman? Tidak ada. Luqman bukan nabi, tetapi namanya diabadikan oleh Allah dalam Kitab suci karena ketinggian ilmunya. Dan tidak satupun ada nama psikolog kita temukan dalam kitabullah itu.

Membuang kata “jangan” justru menjadikan anak hanya dimanja oleh pilihan yang serba benar. Ia tidak memukul teman bukan karena mengerti bahwa memukul itu terlarang, tetapi karena lebih memilih berdamai. Ia tidak sombong bukan karena kesombongan itu dosa, melainkan hanya karena menganggap rendah hati itu lebih aman baginya. Dan, kelak, ia tidak berzina bukan karena takut dosa, tetapi karena menganggap bahwa menahan nafsu itu pilihan yang dianjurkan orang tuanya.

Anak-anak hasil didikan tanpa “jangan” berisiko tidak punya “sense of syariah” dan keterikatan hukum. Mereka akan sangat tidak peduli melihat kemaksiyatan bertebaran karena dalam hatinya berkata “itu pilihan mereka, saya tidak demikian”. Mereka bungkam melihat penistaan agama karena otaknya berbunyi “mereka memang begitu, yang penting saya tidak melakukannya”.

Itulah sebenar-benar paham liberal, yang ‘humanis’, toleran, dan menghargai pilihan-pilihan.

Jadi, yakini dan praktikkanlah teori parenting Barat itu agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi liberal. Simpan saja Al-Qur’an di lemari paling dalam dan tunggulah suatu saat akan datang suatu pemandangan yang sama seperti kutipan kalimat di awal tulisan ini.

Edited From
Untukmu yang Mengharamkan Kata “Jangan”: Adakah Engkau Telah Melupakan Kitabmu?
Selengkapnya → Membuang Kata "Jangan" Dalam Mendidik Anak

Agar Anak Tidak Boros

keluarga No comments:
Kasih sayang orang tua terhadap anak memang tidak ada batasnya. Namun kasih sayang terhadap anak bukan berarti semua yang diinginkan oleh anak mesti dipernuhi oleh orang tua. Orang tua juga mesti mempertimbangkan apa yang sebaiknya dipenuhi dari permintaan si anak, apa yang mesti ditunda dilain waktu, serta apa yang tidak harus diberikan.

Tanpa memikirkan prioritas untuk anak, apa yang diminta langsung diberi, maka tidak jarang anak semakin lama justru akan menjadi manja. Semua keinginan harus dituruti, entah itu sebenarnya bermanfaat atau enggak untuk mereka. Akibatnya pengeluaran keluarga juga menjadi semakin tidak terkendali. Untuk mengatasi perilaku boros pada anak, simak tips berikut :


http://faktabukanopini.blogspot.com/
Sebelum mengajarkan perilaku hemat pada anak, orang tua sebaiknya memberikan contoh pada anak agar tidak boros atau berlaku konsumtif. Bagaimanapun juga anak akan meniru apa yang ada dilingkungan dekatnya terlebih dahulu, termasuk oran tua.


http://faktabukanopini.blogspot.com/
Jika anak menginginkan beberapa barang sekaligus, tanyakan pada anak barang mana yang urgent untuk saat ini, buat urutan skala prioritas. Beritahukan pada anak bahwa tidak semua keinginan itu harus dipenuhi saat ini, tetapi pilih barang mana yang ditamakan segera dimiliki untuk saat ini, tentu menyesuaikan dengan dana yang tersedia.


Tidak semua barang yang diinginkan anak mesti dipenuhi. Saat ini banyak permintaan oleh anak yang tidak semestinya harus dituruti, misalnya anak Anda yang masih SD minta dibelikan HP karena melihat teman kelasnya membawa HP. Orang tua harus dapat menjelaskan bawah barang tersebut tidak perlu untuk saat ini, bahkan malah kemungkinan akan mengganggu belajar.


http://faktabukanopini.blogspot.com/
Ajarkan pada anak untuk mengatur keuangan sendiri. Orang tua mencoba memberikan uang saku pada anak untuk jangka waktu satu minggu sekaligus. disitu anak diajarkan tanggung jawab mengatur keuangannya sendiri, dan mencoba berhemat.


Pujilah anak Anda jika telah berhasil mengatur keuangan sendiri sesuai waktu yang telah ditentukan.
Selalu konsisten dengan peraturan yang ada, jangan sampai Ibu membatasi uang saku, tetapi Ayah malah memenuhi apa saja keinginan anak. Bicarakan rencana tersebut dengan pasangan dan pengasuh Anda.

http://faktabukanopini.blogspot.com/

Jangan lupa, ajarkan juga kepada Anak untuk menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung, misalnya untuk memberi barang-barang yang selama diinginkan anak dikemudian hari.
Selengkapnya → Agar Anak Tidak Boros

Musik Mozart Tenyata Baik Untuk Bayi Dalam Kandungan

keluarga, kesehatan No comments:

Tahukah anda bagi orang tua atau calon bahwa dengan musik / lagu mozart dapat meningkatkan pertumbuhan dan merangsang otak buah hati kita, sebaiknya kita tidak meremehkan hal – hal tersebut karena dengan melalui penelitian yang panjang semua itu dapat terbukti, seorang kawan saya yang cukup peduli dengan perkembangan anak indonesia, telah memberikan fasilitas – fasilitas untuk kita supaya dapat memperoleh lagu / musik mozart dengan mudah dan gratis.

Penelitian telah membuktikan musik Mozart dapat:

  1. Menstimulasi otak kanan, meningkatkan kreatifitas berpikir
  2. Mengurangi stress dan tekanan
  3. Memelihara pikiran, tubuh dan jiwa anda
  4. Menstabilkan detak jantung, tekanan darah dan temperatur tubuh.

The Mozart effect for fetus (bayi di dalam kandungan), Infant/newborn (bayi baru lahir), baby & children :

  • mengatur pergerakan alami tubuh -mengurangi stres & membuat bayi lebih aktif
  • meningkatkan kestabilan emosional -menstimulasi gerakan tubuh
  • membuat tubuh menjadi lebih rileks

baby-mozartHal ini diteliti oleh Don CHampbell, dan telah terbukti musik dapat menstimulasi otak agar bayi lebih aktif saat bermain. Musik yang lembut dapat membuat bayi tenang beristirahat sehingga orang tuanya juga dapat beristirahat dengan baik. Musik mozart termasuk Night musik no 1, serenande no 10 in B major, Ah , Vous direi-JC, sinfonie in D, rando in C major, etc…

Terbukti musik Mozart dapat mengembangkan kemampuan bicara, memperbaiki gerakan tubuh dan mengembangkan otak kiri yang mengasah kemempuan berpikir secara logika. Telah di riset dan terbukti :

Musik mozart dapat menguatkan daya ingat lebih cepat 3 bulan pada bayi.

Anak TK dapat lebih cerdas 34% bila diajarkan piano dari pada ketika diajarkan komputer (setelah belajar piano anak meningkat IQ 46%) mendengarkan musik klasik 30 menit sehari dapat meningkatkan kemampuan motorik &kreatifitas berpikir.

Hasil penelitian ini dari institusi Hukum di florida (Beethoven babbies bill), Serta ahli dari perancis Dr. Alfred Tomatis.

9 bulan dalam mengandung diperlukan pendidikan dan penyesuaian diri, menjalin ikatan, & suara cinta pertama ibu-anak. Memiliki kekuatan super sonic, menurut Jamieson E. Jones, MD direktur of neonatal intensive care unit, children Hospital & health center di san diego). Anda dengan mendengarkan musik mozart dapat menemukan dan mengekspresikan imajinasi, kesenangan dan cinta anda kepada bayi anda. Penting untuk perkembangan EQ bayi anda. Terbukti anak & bayi yang mendapatkan cinta kasih lebih banyak sejak dalam kandungan hingga lahir akan memiliki EQ lebih baik(dan lebih mudah bersosialisasi).

SEMUA FILE DOWNLOAD VIA ” ZIDDU ” – BILA INGIN MEMPERCEPAT DOWNLOAD BUATLAH ACCOUNT ZIDDU GRATIS, DAFTAR KLIK DISINI ACCOUNT ANDA BISA DIPAKAI MENDOWNLOAD DISELURUH WEBSITE YANG DIDUKUNG OLEH ZIDDU.

Download Music Mozart For Baby

Mozart 1

Mozart 2

Mozart 3

Mozart 4

Mozart 5

Mozart 6

Mozart 7

Mozart 8

Mozart 9

Mozart 10

Mozart 11

Selengkapnya → Musik Mozart Tenyata Baik Untuk Bayi Dalam Kandungan

Pil Pencegah Kehamilan Bikin Gemuk Hanya Mitos

keluarga, kesehatan No comments:

Selama ini banyak yang menganggap pil KB bisa membuat tubuh menjadi gemuk. Namun anggapan itu ditepis oleh penelitian terbaru dari Universitas Gothenburg, Swedia, menyimpulkan bahwa pil kontrasepsi yang paling banyak digunakan hingga usia 29 tahun tidak akan menyebabkan kenaikan berat badan.

Dalam tesisnya, Ingela Lindh melaporkan studi jangka panjang terhadap 1.749 perempuan yang lahir pada 1962, 1972, dan 1982. Mereka diminta menjawab pertanyaan tentang hal-hal seperti kontrasepsi, kehamilan, tinggi juga berat badan, dan kebiasaan merokok setiap lima tahun dari usia 19 sampai dengan 44.

“Para perempuan yang minum pil akan dipantau dari umur belasan tahun sampai usia 34 tahun. Mereka diketahui tidak mengalami penambahan berat badan memakai apa pun lebih berat bila dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah meminum pil sama sekali,” kata Lindh yang merupakan seorang bidan yang terdaftar dan peneliti di Akademi Sahlgrenska.

Pil KB“Ada banyak alasan mengapa perempuan cenderung menghindari konsumsi pil tersebut disebabkan efek sampingnya seperti pertambahan berat badan dan perubahan suasana hati. Efek ini meningkat secara bertahap dari waktu ke waktu dan lebih umum terjadi pada kelompok termuda,” kata Lindh seperti dikutip Sciencedaily (9/6).

Meskipun banyak perempuan yang mengkhawatirkan kenaikan berat badan akibat penggunaan pil kontrasepsi. Nyatanya, para peneliti tidak menemukan hubungan antara meminum pil dan penambahan berat. Lindh mengatakan dia menggunakan penemuan baru ini untuk meningkatkan penggunaan pil kombinasi dan guna mengurangi risiko kehamilan yang tidak diinginkan. (MIcom)

Selengkapnya → Pil Pencegah Kehamilan Bikin Gemuk Hanya Mitos

Tips Menghadapi Anak Pemarah

keluarga No comments:
Ada sedikit tips dan trik untuk menghadapi kemarahan anak dengan melihat penyebab dan sumber kemarahan anak.

  • Jika anak marah karena JANJI PADA ANAK YANG TIDAK DITEPATI, berikut CARA TIPS & TRIK BERJANJI SECARA BIJAK :

    • Ketika membuat janji sebaiknya gunakan konsep waktu yang jelas. Bila perlu tunjukkan kalender kepada anak dan beritahu kapan kita bisa menepati janji. Jangan gunakan kata “nanti” karena dapat diartikan si anak hari ini atau besok.

    • Sebaiknya jangan mengobral janji pada anak yang belum tentu dapat kita tepati. Pikirkan dulu baik-baik ketika akan membuat janji pada anak.

    • Jangan menjanjikan sesuatu agar si anak berhenti menangis atau berhenti bertingkah nakal, karena anak akan cenderung mengulanginya lagi untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya.

    • Buat reminder atau catatan janji kita pada anak, perlakukan mereka seperti klien kita di kantor bahkan jadikan mereka klien utama anda.
  • Jika anak marah karena MENCARI PERHATIAN, berikut CARA TIPS & TRIK MENGHADAPI MEREKA :

    • Memeluknya dan mengungkapkan kata sayang pada anak adalah ungkapan paling mudah yang dapat diartikan anak sebagai wujud kasih sayang orangtua.

    • Tetap bersikap tenang, jangan panik dan buru2 memenuhi keinginan mereka ketika sedang marah, jika tidak kemungkinan besar anak akan mengulangi perilaku marah mereka.

    • Menggoda dengan humor dan menggelitik anak, sambil menanyakan mengapa mereka marah. Terkadang cara ini cukup berhasil.

    • Hindari kata “tidak” dan “jangan” pada anak. Gunakan suara tenang jangan berteriak dan bernada marah.

    • Sampaikan pada anak ada cara lain yang lebih baik untuk memperoleh perhatian, saat menyampaikan ini usahakan anda dekati mereka posisikan diri anda sejajar dengan anak dan lakukan kontak mata. Berikan pujian positif apabila anak menuruti anda dan berperilaku baik.

    • Sampaikan pada anak untuk bersikap sabar, apapun yang mereka inginkan perlu waktu dan usaha. Dan beri pujian bila ia mampu untuk lebih bersabar.

    • Berikan timeout dengan membiarkan anak untuk menenangkan diri disuatu ruangan yang tenang. Jangan pernah mengatakan “masuk kamar sekarang, dan jangan keluar sampai kamu perbaiki tingkah lakumu !”, cukup katakan pada mereka “tenangkan dirimu dulu jika merasa lebih baik baru kita bicara”.
  • C. Jika anak marah karena DIPAKSA DISIPLIN, berikut CARA TIPS & TRIK MENUJU DISIPLIN YANG EFEKTIF :

    • Untuk mengubah perilaku buruk anak, orangtua juga harus mengetahui motivasi dibalik tingkah lakunya. Misalnya karena bosan, cari perhatian, balas dendam atau ingin unjuk kekuatan.

    • Tentukan batasan yang jelas pada anak apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dengan detil.

    • Terapkan batasan atau aturan tersebut pada setiap anak dalam keluarga termasuk orangtua.

    • Konsekuensi disiplin yang sama seperti kasus sebelumnya. Tanpa konsekuen dalam disiplin akan membingungkan anak.

    • Jangan memberi disiplin dimuka umum akan membuat anak malu dan marah, bicarakanlah berdua saja dengan anak.

    • Dibutuhkan ketegasan orangtua dalam menerapkan disiplin, namun jangan melakukannya dengan berteriak dan membentak anak. Sampaikan semuanya dengan tenang tapi jelas.

    • Jangan pernah menghukum anak secara fisik seperti memukul.

    • Berikan sanksi segera setelah anak melakukan kesalahan jangan pernah menundanya, hal ini akan membuat anak mengira orangtua tidak sungguh-sungguh menerapkan disiplin.

    • Orangtua perlu melakukan pengawasan sejauh mana anak bersungguh-sungguh menjalankannya
Selengkapnya → Tips Menghadapi Anak Pemarah

Amalan Agar Tidak Dimurkai ALLAH

islami, keluarga, wanita 1 comment:
Allah yang Maha Bijaksana telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik kejadian. Dan Dia telah menjadikan hamba-Nya itu berpasang-pasangan, lelaki dan wanita yang saling memerlukan, sebahagiannya menjadi pembantu kepada sebahagian yang lain.

1. Memelihara Kemaluan dan Melayani Suami

Allah telah mengurniakan kepada wanita dengan berbagai kelebihan. Banyak amalan ataupun cara agar wanita itu tidak dimurkai Allah, malahan syarat untuk wanita masuk
syurga begitu mudah.

Anas bin Malik meriwayatkan bahawa Nabi Salallahu'alaihi 'wasalam bersabda:

“Seorang wanita yang mengerjakan sholat lima waktu, berpuasa wajib sebulan, memelihara kemaluannya serta taat kepada suaminya maka pasti dia akan masuk syurga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.”(HR Abu Nuaim)

Abd. Rahman bin Auf meriwayatkan bahawa Nabi Salallahu'alaihi 'wasalam bersabda:

“Seorang wanita solehah lebih baik dari 1000 lelaki yang bukan soleh. Dan seorang wanita yang melayan suaminya selama seminggu maka ditutupkan baginya tujuh pintu
neraka dan dibuka lapan pintu syurga yang mana dia dapat masuk dari pintu mana saja tanpa hisab.”

Siti Aisyah meriwayatkan bahawa Nabi Salallahu alaihi wasalam bersabda:

“Tidaklah seorang wanita yang haidh kecuali haidhnya merupakan kifarah bagi dosa-dosanya yang telah lalu. Dan pada hari pertama haidhnya membaca:
“Alhamdulillahi ‘ala kulli hal waastaghfirullaha min kulli zanbih”

Maka Allah menetapkan baginya bebas dari neraka, dengan mudah melalui sirat, aman dari seksa bahkan Allah mengangkat keatasnya darjat 40 orang syuhada apabila dia selalu berdzikir kepada Allah selama haidhnya.”

2. Menjaga Harta Suami

Abu Hurairah meriwayatkan bahawa Nabi Salallahu'alaihi 'wasalam bersabda:

“Sebaik-baik wanita adalah apabila engkau pandang dia maka dia mengembirakan, bila engkau perintah dia taat, bila engkau tiada dia menjaga hartamu dan menjaga pula kehormatan dirinya.”

3. Taat kepada Suami

Ada sebuah riwayat bahawa pada zaman Nabi Salallahu'alaihi 'wasalam ada seorang lelaki yang akan berangkat untuk berperang di jalan Allah. Dia berpesan kepada isterinya.

“Wahai isteriku…janganlah sekali-kali engkau meninggalkan rumah ini sehingga aku kembali.”

Secara kebetulan ayahnya menderita sakit, maka wanita tadi mengutus seorang lelaki menemui Rasulullah Salallahu'alaihi'wasalam. Baginda bersabda kepada utusan itu,

“Agar dia ta'ati suaminya.”

Demikian pula wanita itu mengutus utusannya bukan hanya sekali sehingga akhirnya dia mentaati suaminya dan tidak berani keluar rumahnya. Maka ayahnya meninggal dunia tetapi dia tetap tidak melihat mayat ayahnya. Dia tetap sabar sehingga suaminya pulang. Maka Allah memberi wahyu kepada Nabi yang bermaksud,

“Sesungguhnya Allah telah mengampuni wanita tersebut disebabkan ketaatannya kepada
suaminya.

Dalam riwayat yang lain mengatakan bahawa Allah turut mengampuni dosa ayahnya disebabkan ketaatan anaknya itu. Inilah sebenarnya perkara yang menyebabkan wanita diredhai oleh Allah bukannya dalam persamaan hak yang seperti dituntut oleh penjahil agama.

Sedangkan dalam peristiwa Israk Mikraj, Nabi telah melihat ke dalam syurga 500 tahun
lebih awal dari suami mereka… dan bila melihat ke dalam neraka Nabi dapati 2/3 dari penghuninya adalah wanita. Oleh itu takutilah kita semua akan kemurkaan Allah.

4. Membasuh Pakaian Suami
Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan bahawa Nabi Salallahu'alaihi 'wasalam bersabda:

“Apabila seorang wanita mencuci pakaian suaminya maka Allah mencatat baginya 1000 kebaikan, diampunkan 2000 kesalahan bahkan segala sesuatu yang disinari matahari akan memohon ampun baginya dan Allah mengangkat 1000 derajat untuknya.”

5. Memasak, Berdzikir dan Menutup Aurat

Maulana Syed Ahmad Khan dalam bayannya menceritakan kelebihan yang dimiliki oleh wanita. Katanya: Seorang wanita yang solehah lebih baik dari seorang wali Allah. Wanita yang menguli tepung dengan membaca Bismillah akan diberkati Allah rezekinya.

Wanita yang menyapu lantai dengan berdzikir dapat pahala seperti membersihkan Baitullah.

Wanita yang solehah lebih baik dari 70 orang lelaki yang soleh.

Allah akan berkati rezeki apabila wanita memasak dengan dzikir.

Seorang wanita yang menutup auratnya dengan purdah ditingkatkan oleh Allah nur wajahnya 13 kali dari wajah asal.

Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah yang Maha Indah di akhirat nanti tetapi bagi Allah sendiri akan datang untuk berjumpa dengan wanita yang memberati auratnya Yaitu yang memakai purdah dengan istiqamah.

Huallah 'hualam . .^__^,

Incoming Search : AMALAN AGAR SUAMI PULANG,
Selengkapnya → Amalan Agar Tidak Dimurkai ALLAH

Sikap Bijak Seorang Istri Yang Pergoki Suami Selingkuh Dengan Janda Muda

Artikel, keluarga, love and sex No comments:
Ini merupakan sebuah kutipan dari kisah nyata yang pernah di mailist beberapa tahun silam, berikut kisahnya . Ada sepasang suami istri yang sudah berumah tangga selama 8 tahun. Dengan berjalannya waktu, si istri merasakan adanya perubahan pada sikap suami. suami jadi sering pulang malam, kalau minggu siang sering tidak di rumah. Mula-mula si istri tenang saja, tapi lama lama timbul rasa curiga. Apalagi beredar gosip kalau si suami punya WIL seorang janda muda.

Apa tindakan si istri? Apa dia langsung melabrak suaminya dengan tuduhan-tuduhan berdasarkan bukti-bukti hearsay (gosip)?
TIDAK… dia istri yang bijak, dia berlaku seperti biasa dengan suaminya, seakan akan tidak tahu tentang belang suaminya. Sampai suatu Minggu si suami keluar (untuk menemui WILnya), si istri pun membuntuti dari belakang, hingga dia melihat si suami masuk ke dalam sebuah rumah. Ditunggunya selama 5 menit, lalu diintipnya melalui kaca jendela nako. Terlihat si suami sedang baring dengan kepala di pangkuan si janda itu. Terlihat olehnya bahwa janda itu tak cantik cantik amat, biasa aja.

Sikap Bijak Seorang Istri Yang Pergoki Suami Selingkuh Dengan Janda MudaLalu apa tindakannya? mengambil golok seperti yg diidam idamkan susyxx (teman saya)? mendobrak pintu dan menghabisi keduanya? atau tengkar dan minta cerai? jawabnya TIDAK wahai saudara saudari ku yang terkasih dalam nama Tuhan… sekali kali tidak.. Diamatinya apa yang dilakukan suami dan janda itu… rupanya sambil baring dengan kepala dipangkuan janda itu, mereka ngobrol sambil si janda menyuapi suaminya pepaya yang sudah dipotong kecil2 dengan garpu…

Setelah melihat semua ini, si istri pulang (malas melihat adegan 18 tahun ke atas alias XXX triple x).

Si istri tetap berlaku seperti biasa dengan suaminya, seakan akan tidak tahu tentang belang suaminya.
Sampai suatu hari minggu si suami izin mau keluar rumah:
“Bu, aku keluar ya?”
“mau kemana??”
“biasa ke rumah temen, kongkow2…”
“Jangan keluar lah, ada yang mau kubicarakan…”
“ada apa sih?”
Si suami terpaksa membatalkan niat nya.

Dari lemari es, si istri mengeluarkan sepiring pepaya yang sudah dipotong2 kecil2….
lalu duduk di kursi panjang.
“sini, aku mau bicara… ada pepaya kesukaanmu….”
Si suami dengan enggan duduk disebelah istrinya…

“Jangan duduk begitu, baring donk, taruh kepalamu di pangkuan ku, biar ku suapi….”

Geeeleeeeggggaaaarrrr…… *terasa seperti guntur siang bolong di telinga si suami*

terpaksa dia nurut….

Lalu sambil menyuapi suaminya pepaya dengan garpu, si istri bilang
“Suamiku, kita sudah berumah tangga lebih dari 8 tahun.. kalau aku punya kekurangan apa, ada hal2 yang kamu tidak senangi, kamu beritahu langsung pada aku… yang bisa diubah tentu akan ku ubah, yang penting rumah tangga kita tetap harmonis…”
Si suami sampai tak bisa menjawab, apalagi melihat garpu yang bergerak disekitar tenggorokannya…..

Lalu apa yang terjadi selanjutnya??
Tanpa menggunakan kekerasan, tanpa ribut2 yang memalukan, masalah terselesaikan. si suami tidak lagi mengunjungi WIL nya….

Bagaimana menurut Anda?

Edited From
ruanghati.com
Selengkapnya → Sikap Bijak Seorang Istri Yang Pergoki Suami Selingkuh Dengan Janda Muda

Cara Mengatasi Anak Mogok Sekolah

keluarga No comments:
Cara Mengatasi Anak Mogok SekolahBaru beberapa hari tahun ajaran sekolah dimulai, Reza tiba-tiba saja mogok sekolah. Ketika ditanya masalahnya, Dia tidak mau cerita. Esoknya, Sang Ibu mengetahui dari teman sekelas Reza, kalau kemarin Reza baru dimarahi gurunya karena lupa membawa buku tugas.

Mungkin ini hanya satu dari beberapa alasan anak Anda mogok sekolah. Namun, apapun masalahnya, apa yang Anda lakukan jika anak Anda mengalami ini? Pricyla Trimeilinda, P.Psi, Psikolog , dari Psikolog Anak Siloam Hospitals Lippo Karawaci membagikan kunci jawabannya kepada Anda.

Cemas Karena ‘Berpisah’

Menurut Pricyla, kategori usia anak yang suka melakukan mogok sekolah adalah anak-anak yang masih sekolah di tingkat playgroup , TK, atau SD. Penyebabnya apa saja?

“Penyebab anak mogok sekolah ada dua hal, yaitu internal dan eksternal. Penyebab internal itu biasanya ada di dalam diri Si Anak (berhubungan dengan karakteristik anak), situasi rumah, dan merasa cemas karena harus berpisah dengan salah satu orang terdekatnya ( separation anxiety ), seperti ibu atau pengasuhnya,” papar Pricyla.

Separation anxiety ini biasanya terjadi pada anak preschool (TK). Ini terjadi karena anak terlalu dekat ( attached ) dengan ibu atau pengasuhnya. Ketika ia harus masuk ke dalam kelas, di mana hampir semua orang yang ada di dalam kelas itu tak dikenalnya, ia akan merasa tidak nyaman. Ia takut karena sosok atau figur separation anxiety -nya ( significant other ) tidak ada. Itulah yang membuat Si Anak memilih tidak mau jauh dari rumah dan menolak sekolah lagi.

Sedang faktor penyebab eksternal, lebih ke masalah lingkungan sekolah yang membuatnya merasa tidak nyaman. Misalnya, ternyata mainan di rumahnya lebih banyak dan menarik dibanding di sekolah, teman-teman di sekolah suka mengisenginya ( bully ), anak susah beradaptasi dengan lingkungan sekolah, atau gurunya galak.

Kalau sudah begini, orang tua harus berlaku cermat dalam menyikapinya. Dan, jangan pernah menganggap alasan anak mogok sekolah sebagai sesuatu yang remeh.

Jangan Omeli Anak

Meskipun Anda kesal ketika anak mogok sekolah, jangan pernah memaksa dan mengomeli anak ketika mereka memilik mogok sekolah.

Pernyataan semacam, “Kok, kamu begitu sih, Nak?” “Anak-anak yang lain saja sekolah, kok kamu enggak mau?” hanya akan membuat anak semakin drop , takut, dan merasa dirinya tidak mampu sebagai seorang anak.

Orang tua harus ingat, cara berpikir anak, kan, belum sedewasa orang tua, karenanya ketika ia diperlakukan seperti itu ia akan berpikir, “Aku ini bagaimana, sih, kok enggak bisa melaksanakan keinginan Papa-Mama?”

Teknik Mundur Perlahan

Jika memang masalah ini terjadi pada buah hati, tentunya orang tua harus bisa melihat dan memahami penyebabnya.

Jika memang masalahnya karena separation anxiety , coba selesaikan dengan teknik ‘mundur berkala’ atau Systematic Desensitization .

Dengan teknik ini, ibu atau significant other -nya harus mulai mengurangi kehadirannya saat anak berada di sekolah. Jika biasanya Si Ibu mengantar anak sekolah hingga ke dalam kelas, esok cukup sampai di depan kelas. Beberapa hari kemudian kurangi lagi hingga ke parkiran sekolah dan mundur sampai anak turun dari mobil saja.

Biasanya, anak-anak yang terkena mogok sekolah ini adalah anak yang memiliki karakteristik cenderung pendiam. Di mana mereka butuh waktu lama untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Anak-anak seperti ini biasa juga diasosiasikan sebagai anak pemalu.

Diskusi Dua Arah

Jika memang masalahnya bukan karena separation anxiety , ajaklah ia berkomunikasi agar bisa mengindentifikasi perasaan anak. Usahakan diskusi dilakukan dari hati ke hati, dua arah, dan dengan menekankan mengapa anak mogok sekolah.

Dengan mengetahui masalahnya, Si Anak merasa orang tua mau mengerti dan orang tua juga tahu seperti apa sudut pandang anak.

Menyiapkan mental anak adalah yang terpenting. Orang tua jangan pernah lelah menyemangati anak berulang-ulang. Semangat itu bisa mengubah rasa takut anak menjadi motivasi positif baginya.

Beri Semangat

Ketika anak bisa menguasai rasa takutnya dan mau sekolah lagi, usahakan selalu memberikan mereka pujian kasih sayang, bukan hadiah barang karena yang dibutuhkan adalah dukungan mental.

Hadiah “verbal” ini misalnya seperti, “Mama bangga hari ini kamu enggak nangis.” Setiap kemajuan, sekalipun kecil, harus tetap dihargai. Meskipun esoknya Si Anak menangis lagi, ya tidak apa-apa, orang tua tetap harus sabar. Orangtua tetap harus membesarkan hatinya secara verbal, “Ayo, kamu pasti bisa!” Ingat, semangat itu mampu menumbuhkan motivasi anak.

Nah, dengan menyadari permasalahan anak, Anda bisa berpikir jernih membantu setiap masalahnya.

Edited From
psikologizone
Selengkapnya → Cara Mengatasi Anak Mogok Sekolah

Jarak Kelahiran Ideal Antar Anak

keluarga, kesehatan, wanita No comments:
Jarak Kelahiran Ideal Antar AnakBagi pasangan yang memiliki anak dengan jarak yang cukup dekat tentu akan menjadi masalah tersendiri, semisal repot dalam mengurus anak mereka. Pertanyaannya, berapakah jarak ideal antar anak?

Sebagian besar jawaban dari pertanyaan tersebut bervariasi, hal ini karena pada kenyataannya setiap orang itu unik dan berbeda-beda. Meski demikian ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam membuat keputusan ini.

Dikutip dari Babyzone.com dan Babycenter, Kamis (16/12/2010) ada faktor-faktor yang patut dipertimbangkan dalam memutuskan jarak ideal antara saudara kandung, yaitu:

Masalah Kesehatan
Baik kehamilan yang direncanakan atau tidak, interval usia bisa menentukan kesehatan ibu dan anak. Risiko bayi lahir dengan berat badan rendah, prematur dan ukuran badan yang kecil akan lebih tinggi jika jaraknya sangat dekat yaitu antara 1-3 bulan.

Menurut studi yang dipublikasikan pada 25 Februari 1999 dalam New England Journal of Medicine dianjurkan interval kehamilan antara 18-23 bulan (1,5-2 tahun).

Jika jaraknya sekitar atau kurang dari 6 bulan, maka berisiko 30-40 persen lebih besar mengalami kelahiran prematur. Risiko ini juga meningkat secara signifikan pada ibu yang menunda kehamilan terlalu lama misalnya hingga 10 tahun.

“Perempuan yang menunggu terlalu lama untuk kehamilan berikutnya memiliki kemungkinan lebih besar mengalami preeklampsia atau eklampsia,” ujar Dr Christine M Derzko, MD seorang profesor Ob-Gyn dan internal medicine di University of Toronto.

Jarak yang terlalu lama antara kehamilan bisa mengurangi manfaat yang diperoleh dari kehamilan sebelumnya, seperti rahim yang sudah membesar dan meningkatnya aliran darah ke rahim. Sedangkan jika jaraknya terlalu pendek akan membuat ibu tidak memiliki waktu untuk pemulihan, kerusakan sistem reproduksi atau masalah postpartum lainnya.

Kebutuhan yang diperlukan
Ketika menentukan waktu kehamilan berikutnya, banyak orangtua yang mempertimbang beberapa faktor, seperti keuangan, pekerjaan dan usia. Jika seseorang sudah berusia di atas 30 tahun dan memiliki kehidupan yang mapan cenderung tidak terlalu lama menunda kehamilan.

Namun beberapa orangtua ada yang lebih suka menunggu sampai anak yang lebih tua sedikit lebih mandiri, sudah bisa memahami sesuatu sehingga bisa membantu mengurus adiknya. Bayi umumnya membutuhkan keperluan yang banyak, sehingga faktor-faktor ini harus diperhatikan.

Hubungan saudara
Orangtua bisa melihat bagaimana anak yang lebih tua bergaul dengan teman-temannya, jika ia bisa memiliki sikap toleransi maka kemungkinan ia siap menerima kehadiran saudara kandung baru.

Jika jaraknya terlalu dekat akan membuat kakaknya cemburu karena merasa tidak diperhatikan lagi, sedangkan jika jaraknya terlalu jauh bisa membuatnya merasa frustasi karena adik kecilnya kerap memberantakan barang-barang pribadinya.

Ibu mengetahui kemampuan tubuhnya
Ketika memutuskan untuk hamil kembali, seorang ibu harus menyiapkan stamina fisik secara keseluruhan. Hanya seorang ibu yang mengetahui apakah tubuhnya cukup baik dan kuat untuk merawat dua anak pada saat yang sama.
Selengkapnya → Jarak Kelahiran Ideal Antar Anak

Pilih Pil, Kondom, atau Cabut Ya?

keluarga, wanita No comments:
KondomMerencanakan kelahiran secara signifikan menurunkan kesempatan hamil. Penggunaan kontrasepsi menjadi caranya. Namun prinsipnya, merencanakan kehamilan dan kelahiran adalah bagian penting untuk menciptakan keluarga berencana.

Kontrasepsi dipilih banyak pasangan untuk ber-KB karena sejumlah alasan. Misalnya, pasangan tak ingin memiliki anak atau ingin menunda menjadi orangtua sampai usia lebih tua. Selain faktor kematangan usia, kematangan ekonomi keluarga juga menjadi alasan mengapa banyak pasangan menunda kehamilan. Selain itu, kontrasepsi juga dipilih sebagai alat untuk membantu merenggangkan waktu kelahiran anak. Di samping itu, ada faktor lain, yakni merasa bahwa keluarga sudah lengkap sehingga kontrasepsi bisa menjaga kemungkinan hamil kembali.

Apa pun alasan dan pertimbangan Anda, untuk memilih kontrasepsi sebaiknya kenali apa saja metode yang tersedia saat ini. Metode kontrasepsi terbagi tiga kategori, hormon, barrier, dan alternatif.

Hormon
Metode kontrasepsi yang termasuk dalam kategori ini di antaranya pil kombinasi, pil yang hanya mengandung progestin (minipil), sisten intraurin (IUS), implan atau yang populer disebut susuk, injeksi, kontrasepsi patch, cincin vagina, atau dalam kasus darurat dikenal juga pil emergensi.

Metode hormon lebih bisa diandalkan untuk mencegah kehamilan daripada metode barrier, apalagi metode alternatif.

"Barrier"
Kontrasepsi metode barrier di antaranya alat intrauterin (IUD, coil), kondom pria, kondom wanita, diafragma plus spermisida, dan tutup serviks plus spermisida.

Metode barrier dirancang untuk menghentikan sperma agar tidak memasuki rahim. Metode inilah yang memberikan pilihan kepada perempuan yang tidak menginginkan kontrasepsi hormon. Mengenai efektivitasnya, khususnya untuk kondom, hal ini sangat bergantung dengan penggunanya. Kondom menjadi efektif jika pasangan bisa mengatasi faktor seperti spontanitas, sensasi, dan kesenangan. Jika saat libido memuncak lalu suami lupa mengenakan kondom, maka efektivitas kontrasepsi kondom berkurang.

Yang Anda perlu ketahui lagi tentang metode barrier adalah:
  • Memberikan perlindungan terhadap kehamilan yang tak direncanakan tanpa bergantung siklus kesuburan dan hormon alami. Dampaknya tidak terjadi efek farmakologis.
  • Metode IUD merupakan metode jangka panjang yang tidak berkaitan dengan spontanitas dan tidak perlu dilakukan setiap hari.
  • Beberapa metode memerlukan latihan agar dapat digunakan secara efektif.

Alternatif
Sterilisasi pria dan wanita, pencabutan (hubungan seksual yang diputus atau coitus interruptus), dan keluarga berencana alami (kesadaran kesuburan) dengan sistem kalender salah satunya.

Metode alternatif yang alami memang murah, tetapi perlu motivasi diri. Dalam pencabutan misalnya, pria harus mencabut penis dari vagina sebelum ejakulasi agar sperma tidak masuk ke vagina. Metode ini memerlukan kontrol tingkat tinggi dari pihak pria. Jika Anda memang ingin menunda atau mengatur jarak kehamilan, maka metode ini riskan karena sering kali gagal. Tetesan kecil sperma dapat lolos dari penis ke dalam vagina sebelum pria mengalami ejakulasi. Efektivitas teknik ini bergantung pada pengalaman pihak pria.

Adapun metode alami dilakukan dengan menghindari hubungan seksual saat masa subur perempuan. Artinya, Anda perlu menggunakan teknik pencatatan harian suhu tubuh perempuan dengan menggunakan termometer kesuburan. Cara ini akan lebih efektif dengan mengombinasikan teknik yang direkomendasikan. Karenanya, untuk menjalani metode ini, Anda perlu membekali diri dengan pengetahuan dan pemahaman yang utuh tentang monitor kesuburan. Penghalang keberhasilan teknik alami ini di antaranya irama siklus menstruasi yang kerap kali tidak konsisten.

Sementara itu, sterilisasi adalah pilihan kontrasepsi yang hanya direkomendasikan kepada pasangan yang memutuskan tidak memiliki anak lagi secara permanen. Metode ini tidak direkomendasikan bagi pasangan muda.
Selengkapnya → Pilih Pil, Kondom, atau Cabut Ya?

Mengapa Harus Merebut Suami Orang

Artikel, keluarga No comments:
Mengapa Harus Merebut Suami OrangLelaki beristri konon lebih dewasa, penyebar, penyayang, tidak cemburuan, dan sanggup melayani wanita dengan baik dalam hal hubungan intim dan perhatian. Kalau sudah dibakar api cinta, status sebagai suami orang bukan lagi masalah. Bahkan tudingan perebut suami orang dianggap angina lalu.

Terlanjur cinta

Sebut saja, Lina (30), (bukan nama sebenarnya) menyukai Ricky (47) pria beristri dan mepunyai seorang anak. Hubungan cinta mereka terjalin sejah tujuh tahun lalu. Lina mengagumi Ricky karena pria tampan ini dinilainya sanyat simpatik, penyayang danpenuh pengertian. Lina tak peduli dengan status Ricky yang masih menjadi suami orang. “Sudah terlanjur cinta sama dia. Sulit dipisahkan,” ujar wanita yang bekerja di bagian marketing sebuh telepon selular di Jakarta.

Pertemuan mereka berawal dari sebuah hubungan kerja. Rutinnya pertemuan membuat komunikasi yang terjalin antara mereka makin hari makin erat. Keduanya saling mencurahkan segala permasalahan termasuk masalah pribadi. Lina tak pernah puas menjalin hubungan cinta dengan pacarnya yang dinilai tak pernah dewasa. Sementara sebagai lelaki Ricky merasa tidak dihargai oleh istrinya. Konon, istri Ricky selalu tak puas dengan penghasilan suaminya. Keduanya merasa ada yang hilang yakni cinta dan kasih sayang. Komunikasi yang rutin dan intensif ternyata membangun cinta baru antara mereka. Hubungan cinta mereka sangat jauh hingga sampai pada hubungan layaknya suami istri. Hanya dua tahun menjalin cinta, mereka mencoba pisah karena istri Ricky mencium gelagat buruk suaminya. Lina pun mencari pria lain sebagai pengganti Ricky.

Berpisah dari Ricky tak membuat Lina tenang meski sudah punya pasangan baru yang masih single. Ketika dilihatnya Ricky mulai aman dari ‘kejaran’ sang istri, Lina kembali menjalin cinta dengan Ricky. “Ricky lebih dewasa dalam segala hal termasuk dalam melayani perempuan,” ujar Lina pasrah. Lina sadar hidupnya tak jelas, dia juga ingin menikah seperti wanita lain, punya rumah tangga dan punya anak, namun dia tak bisa melepaskan Ricky dalam hidupnya. Baginya tak ada pria sebaik setampan, semengerti, dan sesayang Ricky.

IMPERSONALITAS TINGGI

Merebut suami orang untuk kemudian dinikahi oleh wanita lajang kalau mau disebut sebuah fenomena sebenarnya hanya terjadi di perkotaan. Menurut Gumilar Rusliwa Somantri, Ph,D, sosiolog, hal ini terjadi karena struktur kehidupan social di kota ditandai oleh impersonalitas yang tinggi, artinya, ikatan komunal di kota lemah sehingga sifat individu lebih dominant. Akibatnya, implikasi dari pelanggaran terhadap nilai-nilai dan norma-norma dalam masyarakat tidak terlalu kuat menampar setiap individu di kota. “Akibatnya, seorang perempauan tidak akan merasa malu dengan pilihannya menikahi pria beristri,”ungkapnya.

Menyinggung perihal alasan wanita menikahi pria beristri, menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI), umunya dekarenakan masalah kebutuhan ekonomi. Wanita dihadapkan pada himpitan kebutuhan hidup sehari-hari yang tinggi sementara penghasilan minim. Mereka memilih jalan singkat ingin hidup enak. Tanpa melihat aspek psikologis si wanita. Sosiolog Gumilar berujar, “Bagaimanapun, wanita single itu selayaknya menikah dengan pria single,”terangnya.

Berbeda dengan di desa, menurut sosiolog ini, seorang wanita akan merasa malu jika menikah dengan pria beristri. Hal ini terjadi karena masyarakat masih memegang teguh nilai-nilai norma-norma dalam lingkungannya. Kalaupun ada, biasanya hanya melanjutkan budaya pedesaan di masa lalu. “Saya melihat saat ini ada kecenderungan budaya itu mulai ditinggalkan orang desa.”

Ketertarikan timbul dari saling curhat

Melihat kondisi diatas, psikolog, Dra Michiko Mamesah, M,Psi, mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu salah bila dilihat dari norma-noma masyarakat. Namun, kita harus bersikap bijaksana memandang hal ini. “Pasti ada alasan mengapa para wanita lajang ini bersedia menikah dengan pria beristri,” ungkapnya. Dari banyak kasus, kondisi ekonomu memegang peranan penting. Wanita yang berasal dari kalangan menengah ke bawah melihat bahwa pria beristri itu sudah mapan dalam hal ekonomi.

Faktor lain penyebab seorang perempuanm mau menikah dengan lelaki beristri diantaranya mencari figure ayah yang mungkin tidak ditemui dalam hidupnya. “Biasanya terjadi pada wanita yang berasal dari kalangan keluarga broken home, dimana ayah dan ibunya bercerai sehingga kurang kasih sayang ayah,” jelasnya. Kecocokan juga menjadi salah satu faktor penyebab. Pria beristri lebih nyaman dan aman secara psikologi. Selain itu lebih berpengalaman, lebih mengerti, dan memahami wanita. Alasan lain, pelarian karena tidak puas dengan kehidupan yang ada yakni si perempuan bermasalah dengan dirinya, kehidupannya dan keluarganya, maka ia berusaha melarikan diri dengan mencari perhatian dan perlindungan dari orang lain. “Jika yang memberi perhatian itu lelaki beristri maka ia tertarik dan jatuh cinta. Biasanya berawal dari saling curhat yang akhirnya saling tertarik,” ungkap psikolog Michiko.

Rasa aman dan nyaman merupakan bagian dari kebutuhan afeksi manusia secara alami. Setiap menusia pasti saling membutuhkan, hanya cara memperoleh kebutuhan afeksi itu yang berbeda. “ Ada yang mendapatkan dari pria sebaya, dari pria beristri, dan sebagainya,” ujarnya.

Menjadi fenomena

Menyeruaknya banyak wanita lajang merebut pria beristri untuk dijadikan teman hidup bisa dikatakan sebagai fenomena. Psikolog Michiko mengakui hal itu. Tak Cuma di perkotaan tapi juga merambat ke pedesaan. Fenomena tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi pada wanita yang berasal dari kalangan terpelajar atau menengah keatas. “Dulu, memang terjadi pada kelas menengah ke bawah karena kondisi ekonomi. Kini, wanita kalangan menengah atas pun baya yang merebut pria beristri. Jadi, ada kebutuhan afeksi dan pergeseran nilai-nilai yang terjadi di masyarakat,”ungkapnya.

Merebut suami orang sama halnya mengambil barang yang bukan miliknya. Dan ini tidak baik. Dia mengharapkan peran keluarga sangan dibutuhkan. Perlu ditanamkan pemahaman tentang nilai-nilai yang benar pada anak sejak dini. Selain itu, butuh keterbukaan dan komunikasi. Biasanya seorang gadis yang lahir dari keluarga yang komunikasinya sangat terbuka, keluarga akan segera menasehati. Selain itu peran masyarakat, seperti lingkungan dan teman-teman dekat. Umumnya wanita yang menikahi pria beristri memiliki pertahanan diri yang kuat. “Biasanya mereka jika dinasehati keluarga masih sulit menerima dan mengaggap bahwa pilihannya tetap yang terbaik,” ujarnya sang psikolog.

Yang paling penting, wanita harus bisa mengubah paradigma berpikirnya dengan tidak memberi peluang dan tidak membuka diri untuk menjalin hubungan dengan lelaki beristri. “Cobalah menempatkan diri kita pada posisi istrinya bagaimana perasaan kita saat itu,” jelasnya.

Tips :

AGAR SUAMI TIDAK BERPALING PADA WANIT LAIN

Mempertahankan perkawinan sama sulitnya dengan bertahan untuk hidup. Jangan yakin sebuah perkawinan akan abadi sampai usia memisahkan keduanya. Sandungan dan kerikil tajam siap menghadang. Sebelum bencana tiba, tak ada salahnya sebagai wanita melindungi perkawinan agar tetap utuh. Tentunya agar suami tidak berpaling. Dra. Michiko Mamesah M, Psi, psikolog memberi kiat yang harus diperhatikan oleh para istri sebagai berikut :

Perhatikan kebutuhan dan kesenangan suami

Istri harus tahu benar apa-apa yang menjadi kebutuhan dan kesenangan suami. Jika suami mengidamkan wanita bertubuh langsing dan berpakaian rapi, istri harus bisa merawat tubuh dengan baik. Jangan mentang-mentang sudah punya anak penampilan tidak diperhatikan. Penampilan rapi tak Cuma untuk suami, untuk diri sendiri juga penting.

Kejutan dan perhatian

Lelaki suka sekali diberi perhatian dengan memberinya hadiah yang mengejutkan. Meski itu bentuknya kecil. Misal, mengajak makan berdua saja diluar rumah, tidak perlu ke rumah makan mewah, yang penting suasannya menyenangkan.

Jangan malu mengungkapkan I LOVE YOU

Mungkin bagi mereka yang sudah menikah beranggapan bahwa kata I love you sudah tak layak dan tak pantas diungkapkan. Padahal justru itulah yang harus dilakukan pasangan. I love you atau aku cinta padamu harus rajin diungkapkan pada pasangan karena itu merupakan perekat perkawinan. Terlebih bagi mereka yang sudah menjalani kehidupan perkawinan hingga puluhan tahun, unekapan aku cinta kamu memberi kesejukan tersendiri.

Ciuman hangat

Mungkin kegiatan ini sering dilupakan oleh para istri yakni memberi ciuman hangat pada suami layaknya saat mereka pacaran. Umumnya mereka beranggapan bahwa hanya dengan hubungan seks sudah cukup mencerminkan perasaan mereka. Padahal tidak. Gejolah perasaan yang terjadi sat berciuman hangat layaknya orang pacaran dengan berhubungan seks itu berbeda. Saat berciuman, hasrat cinta yang sudah lama terkubur akan bangkit kembali dan menyatukan dalam perasaan mereka. Itulah yang nanti akan mempererat hubungan mereka.

Mencoba bernostalgia

Pergi berdua dengan suami, mengapa tidak? Jangan takut anak-anak akan terlantar dan tidak diperhatikan. Bukankah kegiatan ini tidak perlu setiap hari? Bernostalgia dengan mengingat masa-masa indah saat pacaran sangat dibutuhkan oleh pasangan suami-istri. Hal itu perlu dilakukan atar perasaan yang sempat hambar bersama suami bisa bangkit lagi seperti dulu. Dan ini dapat menjaga keharmonisan cinta istri pada suami.

Komunikasi dan keterbukaan

Komunikasi dan keterbukaan sangat penting dalam keluarga. Hanya dengan komunikasi keterbukaan, kita dapat mengerti apa yang sebenarnya diinginkan oleh pasangan. Jika ada hal-hal yang mengganjal di dalam hati mengenai sikap atau perilaku pasangan, ada baiknya dibicarakan dari hati-ke hati. Hal itu jauh lebih baik daripada kita bertindak gegabah, menyelidiki kegiatan suami tanpa alasan atau mempercayai omongan orang lain.

Menjaga privacy suami

Menjaga privacy suami sangat penting. Hendaknya para istri bisa lebih percaya pasangannya. Jangan mencoba membuka dompet suami atau membaca sms handphone suami secara sembunyi-sembunyi. Jika istri melakukan hal demikian dan akhirnya diketahui suami, harga diri suami terinjak-injak karena berindikasi kearah tidak percaya pada suami. Istri harus belajar mempercayai suami.

Tidak menyepelekan eksistensi suami

Banyak istri menyepelekan keberadaan suami hanya karena penghasilan istri lebih besar atau kedudukan lebih tinggi. Istri harus bisa menerima suami apa adanya. Bukankah komitmen awal sudah merka sepakati bersama? Jangan gara-gara pendapat istri lebih besar dari suami lalu istri melecehkan suami sehingga si suami merasa tidak dihargai.

Edited From
KARTINI
Selengkapnya → Mengapa Harus Merebut Suami Orang

Sulung Terbuang Saat Sang Adik Datang

keluarga No comments:
harapan putraHarapan Putra - Siapkan mental si sulung sejak Anda mengandung adiknya. Tanpa persiapan yang matang, si sulung akan merasa disisihkan, tak lagi disayang ibu. Akibatnya, ia jadi rewel dan bahkan memusuhi adiknya.

ia dapat melakukan pekerjaan pekerjaan sederhana seperti membedaki bayi meletakkan popok kotor di ember atau mengambilkan popok baru jika disimpan di tempat terjangkau olehnya membantu memegangi kaki bayi saat anda mengganti popoknya dan lainnya


Lahirnya si kecil biasanya menarik bagi Anda, tapi belum tentu bagi si sulung. Ia akan merasa cemburu dan kehilangan, khususnya saat ia melihat “sang pendatang baru” secara fisik berada dalam gendongan Anda seperti ia dulu mengalaminya sebagai tanda dirinya diterima. Ia akan merasa terancam dengan kehadiran adik bayi yang mungkin lebih banyak memperoleh perhatian Anda. Ia juga merasa, bila Anda benar-benar mencintainya, Anda tak butuh anak lain di rumah. Kecemburuannya terhadap kelahiran adik bisa membuat ia membenci adiknya atau bahkan memusuhinya.

Wajar-wajar saja jika ia bersikap demikian. Di usianya, anak batita memang baru belajar melepaskan diri dari ketergantungan totalnya terhadap orangtua. Ia pun masih memerlukan rasa bahwa ia diterima. Ia belum mengenal konsep berbagi. “Ini milikku!” adalah teriakan umum batita, yang digunakannya bukan cuma untuk mainan atau barang-barang lainnya, tapi juga diri Anda.

Selain itu, batita belum memiliki kecakapan bahasa untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya secara verbal, sehingga kurang memungkinkan baginya untuk menyatakan perasaan-perasaannya secara spesifik. Rengekan, kemarahan, dan perilaku negatif lainnya bisa merupakan indikasi ia mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan situasi baru.

Melibatkan anak dalam banyak aktivitas Anda bersama bayi, akan menolongnya belajar berbagi. Juga, dapat meyakinkannya bahwa ia tetap menjadi bagian dalam kehidupan Anda. “Memang pada mulanya merepotkan, tapi bisa disiasati dengan bantuan orang lain seperti ayahnya atau pengasuh. Yang penting, jangan sampai Anda memberi kesan si kakak disingkirkan,” pesan Dra. Shinto B. Adelar, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia DKI Jakarta. Dalam pelibatan itu, tambahnya, jelaskan pada anak bahwa ia pun dulu mengalami proses yang sama seperti adiknya. “Dengan demikian, ia akan mengerti bahwa perhatian yang Anda berikan pada adiknya memang perlu dan itu bukan berarti menyingkirkannya,” lanjut Shinto.

Bagaimanapun, kelahiran bayi menuntut penjelasan jujur. Sebaiknya diberikan saat kehamilan baru saja kelihatan. “Jangan tunggu terlalu lama untuk mengatakannya pada anak. Sedapat mungkin, kabar bakal lahirnya adik, ia dengar langsung dari Anda dan bukan dari orang lain. Karena ia akan menjadi sangat cemas melihat Anda yang selalu lelah, muntah-muntah, atau kadang-kadang sakit tanpa alasan jelas,” tulis Vicki Lansky dalam bukunya, Welcoming Your Second Baby.

Menurut Shinto, selain memberi tahu anak tentang bakal datangnya adik bayi, “Ajak si sulung mengikuti perkembangan kehamilan ibunya. Ceritakan apa adanya, meski kita tak yakin ia akan mengerti, apalagi jika umurnya baru setahun. Kita juga tak perlu menunggu sampai ia bertanya lebih dulu,” tutur lulusan Fakultas Psikologi UI ini.

Beberapa anak usia 2 tahun mulai banyak bertanya begitu melihat perubahan bentuk tubuh ibunya. Lainnya ingin tahu lebih banyak tentang kehamilan atau merasakan gerakan bayi di perut ibu. Tapi ada pula anak yang sama sekali tak peduli dan lebih tertarik untuk segera melihat kelahiran adiknya. Apa pun, bimbinglah daya tariknya dan hadapi pilihannya tanpa kritik atau amarah. Orangtua yang mengharapkan anaknya tertarik dengan bayi yang akan lahir, biasanya akan meminta terlalu banyak. Cobalah bersikap realistis. Seorang bayi baru memang sangat menyenangkan, tapi ia juga akan menyita banyak waktu dan perhatian orangtua serta mengalihkan orangtua dari batitanya yang sedang tumbuh enerjik.



SAAT KEHAMILAN
  • Jika ia menginginkan dan dokter mengizinkan, ajak ia saat melakukan pemeriksaan rutin kehamilan. Ia pasti tertarik dan senang saat mendengarkan detak jantung adiknya di kandungan Anda.

  • Bawa ia saat Anda belanja keperluan bakal adiknya. Anak 2-3 tahun bisa diminta pendapatnya, mungkin soal warna atau model. Begitu pun saat menyiapkan dekorasi kamar bayi, letak boks bayi, lemari pakaian, atau warna dinding kamar. Ia juga bisa diajak mendiskusikan nama untuk adiknya yang akan lahir.

  • Kukuhkan ia sebagai seorang kakak. Jangan katakan, “Kamu akan mempunyai seorang adik.” tapi katakan, “Kamu akan menjadi seorang kakak.”

  • Jangan lakukan hal-hal yang dapat membuatnya selalu ingin bersama Anda atau menjadi tergantung pada Anda. Mulailah melatihnya untuk main atau makan sendiri sementara Anda berada tak jauh darinya. Gendong ia hanya pada saat ia benar-benar sedang butuh.

  • Jika selama ini ia terbiasa seharian bersama Anda secara fisik, latih untuk “berpisah”. Misal, tak mengajaknya saat Anda belanja. Ini penting agar ia tak merasa kehilangan saat Anda melahirkan dan harus menginap di rumah sakit.


MEMBICARAKAN BAYI
  • Jangan berjanji padanya, adiknya pasti akan selalu menyenangkan. Katakan yang sebenarnya, seorang bayi akan minum susu sepanjang hari dan malam, mungkin akan banyak menangis, kadang juga akan rewel. Jelaskan pula, hal itu hanya sementara sebelum bayi dapat menjadi teman bermain yang menyenangkan.

  • Hindari pernyataan, “Kamu pasti akan menyukai bayi.” atau “Kamu nanti akan senang bermain dengan bayi.” Itu hanya akan membuat ia terganggu dan menimbulkan pertentangan jika ia tak merasakan seperti yang Anda gambarkan padanya.

  • Perlihatkan gambar-gambar bayi untuk mengembangkan fantasinya tentang bayi. Tunjukkan album foto-foto dirinya waktu bayi dan ceritakan bagaimana ia dulu saat kelahiran. Putarkan rekaman video dirinya waktu bayi.

  • Ajak ia menemui bayi yang baru dilahirkan. Ini akan membuatnya bisa melihat secara langsung bagaimana bentuk dan rupa bayi sesungguhnya.


SEBELUM KE RUMAH SAKIT
  • Katakan padanya, Anda akan ke rumah sakit dan menginap beberapa hari, tapi akan segera pulang kembali.

  • Beri tahu tentang kemungkinan Anda ke rumah sakit saat ia sedang tidur atau sekolah, juga siapa nanti yang akan menemaninya selama Anda dirawat di rumah sakit.

  • Libatkan ia saat Anda menyiapkan baju dan perlengkapan lain yang akan dibawa ke rumah sakit.

  • Katakan padanya, Anda akan meneleponnya setiap hari dari rumah sakit dan ia pun boleh menelepon Anda.

  • Letakkan foto Anda di kamarnya. Juga, tunjukkan fotonya yang akan Anda bawa ke rumah sakit. Katakan, foto itu akan Anda bawa agar adik bayi bisa “melihat” kakaknya.

  • Ajak ia membuat tulisan ucapan selamat datang untuk ia berikan pada adik bayi saat Anda kembali ke rumah.

  • Saat Anda berada di rumah sakit, seringlah meneleponnya. Ceritakan tentang bayi, tapi bukan sebagai topik utama. Jangan lupa memberi beberapa pesan penting seperti, “Mama sayang kamu dan Mama akan segera pulang.” atau, “Mama kangen kamu dan ingin cepat-cepat pulang.”


JIKA SI SULUNG DATANG
  • Sebaiknya Anda tak menerima tamu lain saat ia menjenguk Anda, agar perhatian Anda hanya terfokus padanya.

  • Sambut kedatangannya tanpa kehadiran bayi di gendongan Anda.

  • Ajak ia ke kamar bayi atau minta perawat membawa bayi ke kamar Anda, agar ia dapat mengenal adiknya. Buat fotonya bersama bayi.

  • Ajak ia memegang adiknya. Tapi jangan terkejut jika perhatiannya singkat dan ia lebih tertarik pada hal-hal lain di dalam kamar daripada bayi.

  • Siaplah jika ia menangis atau marah saat tiba waktu pulang. Suka menangis atau marah dapat dimengerti dalam rangka berpisah dari Anda.


KEMBALI KE RUMAH
  • Izinkan ia datang bersama ayahnya untuk menjemput Anda di rumah sakit, jika memungkinkan.

  • Jika ia di rumah saat Anda pulang, minta orang lain yang membawa bayi masuk ke rumah. Beri ia perhatian khusus untuk beberapa saat.

  • Siaplah jika ia menunjukkan reaksi bertentangan terhadap bayi. Ia mungkin terkejut (meski Anda sudah mengingatkan) melihat bayi sering menangis dan tak mengerti segala sesuatu.


MENYIKAPI RASA CEMBURU SI SULUNG
  • Beri ia banyak waktu dan kesempatan untuk mengutarakan dan mendiskusikan setiap perasaannya.

  • Bantu ia mengidentifikasikan perasaannya, “Adik bayi membuatmu sedih, bukan?” atau “Mama dengar kamu tak suka, ya, dengan adik bayi?”

  • Sediakan waktu untuk berdua saja dengan Anda. Entah menemaninya bermain, membaca buku, atau jalan-jalan. Selagi Anda bersamanya, serahkan perawatan bayi pada ayahnya.

  • Saat ia dan Anda melakukan satu aktivitas bersama di rumah dan tiba-tiba terganggu oleh bayi, katakan padanya, Anda harus memberikan perhatian pada bayi tapi akan segera kembali untuk main bersamanya.

  • Jika ia dan adiknya butuh perhatian Anda pada waktu atau jam yang sama, minta ia datang pada Anda, lalu perhatikan kebutuhannya sambil Anda tetap memberi perhatian pada bayi.

  • Ajak ia merawat bayi. Ia dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan sederhana seperti membedaki bayi, meletakkan popok kotor di ember atau mengambilkan popok baru (jika disimpan di tempat terjangkau olehnya), membantu memegangi kaki bayi saat Anda mengganti popoknya, dan lainnya.

  • Ajak ia bercakap-cakap selagi Anda menggendong atau mengemong bayi. Jika Anda punya batita perempuan, beri ia sebuah botol susu sehingga ia bisa memberi makan bonekanya saat Anda menyusui. Ini akan membantunya mengidentifikasikan dirinya dengan Anda. Juga membuatnya merasa dekat dan terbuka dengan Anda, sehingga bisa menentramkan perasaan kehilangan bahwa ia bukan “bayi” lagi di dalam keluarga.

  • Seringlah mengatakan padanya, “Mama sayang kamu. Kamu selalu memiliki tempat di hati Mama.”

  • Mungkin ia akan tetap rewel tapi Anda tak usah marah. Itulah cara yang ia gunakan untuk mengatakan pada Anda, ia merasa takut kehilangan cinta Anda. Ia ingin Anda tetap peduli dan memperhatikannya. Jelaskan padanya, cinta Anda padanya tak pernah akan berkurang sedikit pun.


Ayah, Inilah Kesempatan Terbaik !
Hubungan antara ayah dan si sulung sering kurang harmonis saat ibu sedang berada di rumah sakit atau sibuk dengan bayi baru. Padahal, ini adalah waktu yang tepat bagi para ayah dan si sulung untuk lebih sering bersama-sama,” tulis Judy Dunn dalam bukunya, From One Child To Two.

Meski pengasuhan anak bukan semata-mata menjadi tugas ibu, tapi umumnya para ayah kurang melibatkan diri mereka. Jika Anda termasuk salah satu di antara para ayah yang menyerahkan seluruh pengasuhan anak kepada ibu, sekaranglah saatnya Anda untuk mulai. Apalagi jika Anda yang akan menjaganya selama ibu dalam perawatan persalinan di rumah sakit. Anda harus mulai mengajak anak melakukan segala sesuatu bersama-sama sejak ibu hamil.

Ingatlah, batita seringkali menuntut, “Mama, tolong, dong!” Anda tentu tak boleh membiarkan ia bersikap seperti itu terus-menerus, apalagi jika ibu tak dapat melakukannya karena sibuk merawat bayi. Mulailah secara bertahap melakukan kebiasaan-kebiasaan yang selama ini dilakukan anak bersama ibunya. Misal, selama ini anak berangkat tidur bersama ibu dan didongengkan oleh ibu. Untuk tahap pertama, Anda dan pasangan bersama-sama melakukannya, lalu secara bergantian, hingga akhirnya anak terbiasa tanpa kehadiran ibu saat berangkat tidur.

Mungkin awalnya Anda akan bersikap agak malas melakukan semua itu. Tapi semakin banyak waktu Anda bersama anak, Anda akan makin menyukai tanggungjawab baru ini.
Edited From
tabloid-nakita.com
Selengkapnya → Sulung Terbuang Saat Sang Adik Datang

Cara Membangun Keluarga Yang ideal

keluarga 1 comment:
Sudah menjadi kodrat manusia bahwa setiap orang yang normal mempunyai keinginan dan kecenderungan untuk hidup berpasangan antara seoarang laki-laki dengan seorang perempuan, kecuali sebagian kecil manusia yang menginginkan pasangan dari jenisnya sendiri seperti gay dan lesbian yang dijumpai di Negara Barat seperti Amerika Serikat dan sebagainya. Namun demikian dalam masyarakat Amerika Serikat yang sangat menghormati kebebasan individu tersebutpun sebagian besar warganya tidak menyukai dan bahkan menolak perkawinan antar sejenis. Memang harus diakui secara jujur bahwa gaya hidup seperti ini dianggap oleh sebagian besar masyarakat dunia adalah di luar kodrat.

Untuk memperoleh yang ideal sesuai kodrat tersebut di atas, setiap orang mencari pasangan yang ideal, sesuai dengan selera, pertimbangan dan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan masing-masing. Agama Islam secara khusus telah menggariskan bahwa untuk menetapkan calon pasangan hendaklah dengan memperhatikan agamanya terlebih dahulu, baru melihat yang lainya seperti harta, kecantikan dan keturunannya. Kesemuanya itu adalah dalam rangka untuk dapat membentuk rumah tangga sakinah yang mawaddah dan rohmah.

Tujuan Perkawinan

Adapun tujuan perkawinan sebagaimana tersebut dalam Undang-Undang Nomor I Tahun 1974 tentang Perkawinan ialah ikatan lahir dan bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga ( Rumah Tangga ) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa ( Pasal 1 ). Selanjutnya dalam Pasal 2 disebutkan bahwa, Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu dan tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Undang-undang tersebut di atas menggambarkan bahwa suatu perkawinan adalah merupakan ikatan lahir bathin yang tidak boleh dikhianati oleh masing-masing pihak dan akan dipertahankan terus menerus. Perkawinan dimaksud harus dilaksanakan menurut tata cara yang ditetapkan oleh agama yang bersangkutan. Hal ini berarti bahwa perkawinan adalah merupakan sesuatu yangs sakral dan berdimensi religius, bukan sesuatu yang bersifat rekreatif dan hura-hura, apalagi sekedar legalisasi pembolehan hubungan seksual antara seorang pria dengan seorang wanita seperti yang dianut dalam pandangan liberalisme, dan hedonisme. Selanjutnya, perkawinan tersebut harus dicatat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini dimaksudkan dalam rangka untuk mencegah timbulnya perkawinan berulang-ulang, padahal yang bersangkutan masih terikat perkawinan sah dengan orang lain.

Tantangan Modernisasi

Modernisasi yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi pada era globalisasi sekarang ini disamping menimbulkan dampak positif, juga menimbulkan dampak negative bagi kehidupan keluarga. Modernisasi yang salah satu wataknya adalah pendayagunaan akal ( Rasionalitas ) telah mengakibatkan hubungan antar manusia berlangsung atas pertimbangan rasional dan mengenyampingkan fungsi emosi ( perasaan ). Kecenderungan ini pada gilirannya membawa manusia pada orientasi materi, yaitu segala sesuatu diukur dari sudut nilai kebendaan. Hubungan antar manusia, termasuk antar keluarga, dalam masyarakat seperti ini bersifat individual, yaitu hubungan yang bersifat pada kepentingan diri sendiri dan tak peduli dengan kepentingan orang lain.

Gejala demikian dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat di banyak kota metropolitan, juga dipengaruhi oleh media komunikasi yang serba otomatis. Akibatnya muncullah ” Masyarakat Tekan Tombol” ( Push Bottom Society ). Memang tekhnologi elektronika dan informatika telah mengalami kemajuan yang sangat pesat yang tentunya sangat menggembirakan ummat manusia.

Revolusi informasi telah memungkinkan manusia berhubungan secara cepat dan praktis walaupun mereka berada dalam ruang yang berjauhan. Kecenderungan untuk serba cepat dan praktis ini pula melahirkan budaya baru pada masyarakat modern yaitu ” Budaya Buang ” yakni kecenderungan untuk membuang sesuatu setelah hanya sekali dipakai. Hal-hal seperti ini akan sangat berpengaruh terhadap keluarga.

Hubungan antar manusia yang bersifat rasional dan individu telah menurunkan kualitas sambung rasa dalam kehidupan keluarga. Hubungan antar sesama keluarga terasa gersang, sepi dari nilai-nilai kasih sayang dan silaturrahmi. Oleh karena itu tidak aneh jika di negara-negara maju, perceraian dan berbagai bentuk disharmoni dalam keluarga merupakan gejala umum yang tidak dapat dielakkan. Amerika Serikat umpamanya, angka perceraiannya mencapai 60%. Sehingga dengan demikian, keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat tidak dapat berfungsi secara efektif sebagai lembaga pendidikan masyarakat. Dan bahkan justru keluarga mejadi pangkal dari berbagai problema sosial. Hal ini sesuai dengan beberapa hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kriminalitas dan kenakalan remaja banyak disebabkan oleh faktor lingkungan keluarga yang rusak dan retak ( broken home ).

Konsepsi Islam

Islam sebagai agama rohmatan lil’alamien memberikan konsep yang sangat idealis terhadap keluarga yaitu “ Sakinah ”. Sakinah adalah merupakan tujuan ataupun cita-cita dari setiap keluarga, sedangkan cita-cita ini dapat diraih manakala keluarga yang dibangun tersebut berdasarkan pada mawaddah dan rahmah. Konsep ini bersumber dari firman Allah SWT, “ Dan di antara tanda-tanda kebesaran Allah adalah Dia menciptakan untukmu pasangan dari dirimu sendiri, supaya kamu merasa bahagia (sakinah) kepadanya, dan Dia menjadikan di antara kamu cinta kasih (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir ”(Q.S. Ar-Rum : 21)

Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari ayat tersebut di atas yang sekaligus menggambarkan konsep keluarga sakinah di dalam agama Islam, yaitu :

1. Penyebutan suami-istri (berpasang-pasangan) dalam ayat tersebut adalah memakai kata Azwaj. Hal ini berarti bahwa tidak ada perbedaan mendasar antara suami dan istri. Keduanya terjalin hubungan kemitra sejajaran atau dalam kata lain tidak ada hubungan struktural (atas bawah) tetapi yang ada adalah hubungan fungsional (saling melengkapi).

2. Dalam ayat tersebut dinyatakan bahwa hubungan antara suami-istri adalah untuk mewujudkan “sakinah” yaitu ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan.

3. Dalam ayat tersebut juga disebutkan mawaddah (cinta kasih) dan rahmah (kasih sayang). Kedua kata ini menggambarkan jalinan yang sangat erat antara kedua bagian dari pasangan dan bahkan sulit dibedakan maknanya. Namun demikian tetap dapat dipisahkan, yaitu Mawaddah lebih berkonotasi biologis, sedangkan Rahmah lebih berkonotasi pshikologis. Dalam hal ini Mawaddah merupakan daya tarik yang terdapat dalam diri manusia sebagai makhluk biologis, yaitu kecendurungan untuk tertarik dan menarik lawan jenis. Sedangkan Rahmah merupakan daya tarik dalam diri manusia sebagai makhluk pshikologis, yaitu kecendurungan untuk menyayangi dan disayangi oleh sesama manusia.

Pembagian Keluarga Sakinah

Keluarga sakinah seperti tersebut di atas dapat dikelompokan menjadi Sakinah I, Sakinah II, Sakinah III dan Sakinah III Plus dengan ciri-ciri sebagai berikut :

A. Sakinah I :

1. Keluarga tersebut dibentuk melalui perkawinan yang sah berdasarkan peraturan yang berlaku atas dasar cinta kasih dan kasih sayang.

2. Melaksanakan Sholat.

3. Melaksanakan Puasa.

4. Membayar Zakat Fitrah.

5. Mempelajari dasar agama.

6. Mampu membaca Al-Quran.

7. Memiliki pendidikan dasar.

8. Ada tempat tinggal.

9. Memiliki pakaian.

Apabila kriteria tersebut tidak terpenuhi, maka keluarga tersebut, disebut dengan keluarga Pra Sakinah.

B. Sakinah II :

1. Memenuhi kriteria Sakinah I.

2. Hubungan anggota keluarga harmonis.

3. Keluarga menamatkan sekolah 9 Tahun.

4. Mampu berinfaq.

5. Memiliki tempat tinggal sederhana.

6. mempunyai tanggungjawab kemasyarakatan.

7. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.

C. Sakinah III :

1. Memenuhi kriteria Sakinah II.

2. Membiasakan sholat jama’ah.

3. Pengurus pengajian/organisasi.

4. Memiliki tempat tinggal layak.

5. Memahami pentingnya kesehatan keluarga.

6. Harmonis.

7. Gemar memberikan shodaqah.

8. melaksanakan qurban.

9. Keluarga mampu memenuhi tugas dan kewajiban masing-masing.

10. Pendidikan minimal SLTA.

D. Sakinah III Plus :

1. Memenuhi kriteria Sakinah III.

2. Keluarga tersebut dapat menunaikan ibadah haji.

3. salah satu keluarga menjadi pimpinan organisasi Islam.

4. mampu melaksanakan wakaf.

5. Keluarga mampu mengamalkan pengetahuan agama kepada masyarakat.

6. Keluarga menjadi panutan masyarakat.

7. Keluarga dan anggotanya Sarjana minimal di Peguruan Tinggi.

8. Keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai akhlaqaul karimah.

9. Keluarga yang di dalamnya tumbuh cinta dan kasih sayang.

Keluarga Sakinah Terdidik

Seperti disebutkan di muka bahwa tantangan keluarga pada masa kini semakin meningkat sebagai konsekuensi logis dari kemajuan ilmu pengetahuan dan tehnologi yang melahirkan era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan informasi. Hal ini berarti bahwa tantangan yang dihadapi dalam keluarga semakin kompleks dan menuntut persyaratan yang semakin pelik dan tinggi untuk mengatasinya.

Untuk itu, dalam keluarga saat ini tidak cukup sekedar keluarga sakinah, tetapi keluarga sakinah inipun dituntut untuk mendapat pengembangan ke arah perwujudan Keluarga Muslim Terdidik (Learned Moslem Families).

Gagasan pokok dari Learned Moslem Families ini adalah adanya aktivitas belajar yang terarah, terpadu dan terus menerus untuk mengembangkan potensi dan kapisitas keluarga sebagai suatu kesatuan yang utuh. Dengan demikian maka akan terciptalah learning dalam keluarga yang artinya adalah pengembagan potensi dan kapasitas masing-masing individu dalam keluarga itu sendiri.

Learning dalam keluarga ini adalah dimaksudkan untuk dapat merespons segala macam challenge yang terjadi dalam masyarakat untuk diterima dan dikembangkan. Bahkan dengan adanya learning ini, keluarga tidak hanya sekedar merespons challenge tetapi dapat mengambil inisiatif mendahului challenge melalui kreatifitas dan daya imajinasi yang tinggi.

Penutup

Semoga tulisan ini menjadi renungan bagi seluruh Keluarga Muslim dalam rangka menuju Keluarga Sakinah Terdidik, sehingga dengan demikian setiap keluarga tidak lagi diombang ambingkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi tetapi dapat mengendalikan dan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnoligi tersebut kearah yang diridhai Allah SWT.***

Oleh : Drs. Ahmad Supardi Hasibuan

Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Informasi Keagamaan

Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Riau


Edited From
Ibu Prita
Selengkapnya → Cara Membangun Keluarga Yang ideal

Suami Bergaji Rendah Cenderung Selingkuh?

keluarga, laki laki, wanita No comments:
Suami Bergaji Rendah Cenderung Selingkuh?Masalah keuangan merupakan salah satu problem terbesar dalam hubungan suami-istri. Soal gaji istri yang lebih tinggi dari gaji suami, misalnya, bisa menyebabkan konflik tingkat tinggi. Menurut penelitian, pria yang bergaji lebih rendah dari istri akan cenderung tidak setia. Semakin besar selisih perbedaan gajinya, kemungkinan pria selingkuh akan semakin besar.




Penelitian Universitas Cornell di New York mendapati bahwa para suami (khususnya stay home dad) yang istrinya bekerja sepanjang hari akan meningkatkan peluang selingkuhnya hingga lima kali, daripada mereka yang memiliki gaji yang sama. Anda bisa menebak alasannya? Hal ini kemungkinan karena ego laki-laki mereka dilukai oleh istri yang lebih sukses daripada mereka. Dengan demikian, selingkuh menjadi cara untuk menegaskan maskulinitas mereka.

Ego laki-laki ini ternyata sungguh membahayakan ketika pemiliknya merasa terusik. Sebab, ketika pria memiliki penghasilan yang jauh lebih tinggi pun, mereka juga terdorong buat selingkuh.

Kesimpulan ini didapatkan setelah dilakukan penelitian di Inggris belum lama ini. Dalam studi terakhir, para sosiolog mensurvei gaji dan relasi dari sekelompok perempuan usia 18-28 tahun yang sudah berpasangan selama lebih dari setahun (menikah atau hidup bersama). Studi ini menyimpulkan, perempuan perlu waspada jika penghasilan pasangan mereka jauh lebih tinggi daripada mereka.

"Di satu sisi, memiliki gaji lebih rendah daripada istri bisa menancam identitas gender pria dengan mempertanyakan gagasan tradisional yang mengharuskan pria sebagai pencari nafkah," papar
Christin Munsch dari Universitas Cornell. "Di sisi lain, pria yang gajinya jauh lebih tinggi daripada pasangan kemungkinan juga menjalani profesi yang menawarkan lebih banyak peluang untuk selingkuh, seperti bekerja lembur, traveling, dan yang membuatnya mudah untuk merahasiakan."

Agar pria tetap setia, setidaknya mereka harus memiliki pendapatan sepertiga kali lebih besar daripada istri. Namun sebaliknya, agar para istri tetap "lurus", pria harus memastikan mereka memegang uang seperlunya, demikian kesimpulan dari konferensi tahunan American Sociological Society.

Survei juga menunjukkan bahwa perempuan yang tergantung secara finansial pada suami atau pasangan kecenderungan selingkuhnya akan menurun 75 persen daripada mereka yang berpenghasilan sama besar atau lebih. Berarti, 25 persen sisanya kemungkinan juga akan berselingkuh?
Selengkapnya → Suami Bergaji Rendah Cenderung Selingkuh?
Subscribe to: Comments (Atom)

Daftar Isi Blog

Blog Archive

  • ▼  2017 (4)
    • ▼  February (1)
      • Berbagi Tips Menghangatkan Ranjang
    • ►  January (3)
  • ►  2016 (10)
    • ►  December (10)
  • ►  2014 (23)
    • ►  November (1)
    • ►  October (2)
    • ►  August (2)
    • ►  May (13)
    • ►  February (4)
    • ►  January (1)
  • ►  2013 (63)
    • ►  December (1)
    • ►  November (8)
    • ►  October (7)
    • ►  September (47)
  • ►  2012 (72)
    • ►  November (3)
    • ►  August (7)
    • ►  July (7)
    • ►  June (4)
    • ►  May (3)
    • ►  April (20)
    • ►  February (19)
    • ►  January (9)
  • ►  2011 (358)
    • ►  December (15)
    • ►  November (24)
    • ►  October (33)
    • ►  September (51)
    • ►  August (27)
    • ►  July (3)
    • ►  June (28)
    • ►  May (51)
    • ►  April (48)
    • ►  March (38)
    • ►  February (22)
    • ►  January (18)
  • ►  2010 (440)
    • ►  December (98)
    • ►  November (59)
    • ►  October (123)
    • ►  September (33)
    • ►  August (44)
    • ►  July (47)
    • ►  June (29)
    • ►  May (1)
    • ►  April (4)
    • ►  March (2)

Entri Populer

  • Bude Yayuk [Kisah Nyata]
    Beliau adalah kakak kandung dari istri kedua pamanku. Selisih umur dengan adiknya sekitar 3 tahun, mendekati 50 tahun. Sehari-hari mengajar...
  • Awal Liarnya Istriku
    “Lihat nih, bini aku sexy kan?” kataku bangga. Rendy melotot dan berdecak kagum, “Ck..ck…sexy sekali ya?” “Yuli (nama istri Rendy) pernah d...
  • Janda Bahenol Penjual Nasi Kuning
    Bu Sarmin gak kpikiran bakal ngalamin nasib tragis hari itu, dia pikir dgn karakternya yg keras hati bisa naklukin segalanya, termasuk gue. ...
  • Merawat Mama
    Liburan semester, Musa tak bisa kemana-mana, karena harus merawat mama-nya. Mamanya mendapat kecelakaan lalu lintas, hingga betisnya mengala...
  • Smartphone Nokia Ram 3 GB Monster Keyboard QWERTY
    Nokia Express Music vs BlackBerry Priv: Dua Smartphone Dengan Keyboard QWERTY Seirin dengan Nokia yang menegaskan kebangkitannya kemb...
  • Tidur Dengan Kakak Ipar
    Ketika aku menikah dua tahun yang lalu, rasanya dunia ini hanya milikku seorang. Betapa tidak, aku mendapatkan seorang pria yang menjadi im...
  • Dilema (Mama)
    Namaku Rio umur 16 th,anak tunggal dan masih sekolah SMK otomotif kelas 2 di Yogyakarta. Aku pendiam dan tak pandai dalam hal pergaulan, ta...
  • Kisah Nyata Antara Aku, Mama dan Kakak Erni
    Tak terasa sudah hampir setahun lebih aku menjalani hari – hari menyenangkan bersama mama. Saat itu usiaku sudah mau 17 tahun, sudah naik k...
  • Salahkah Aku Menikmati Saat Ku Di Perkosa?
    Cerita ini merupakan cerita yang terjadi antara diriku dengan seorang lelaki yang telah tega memperkosaku meskipun aku akhir nya menikmati ...
  • Mertuaku yang Baik Hati
    Artikel ini juga berisi cerita tentang : Mertuaku Puber Kedua Kejadian ini adalah sebagian dari kisah nyataku, yang terjadi setahun yang ...
Copyright © Harapan Putra All Right Reserved
Template by SEO Template