Dua orang pesilat dari perguruan silat Setia Hati Terate ditembak oknum polisi di Lamongan, Jawa Timur. Insiden tersebut terjadi saat keduanya mengikuti arak-arakan.
Dua orang anggota perguruan silat PSHT yang kebetulan bersaudara, Rudi dan Heru, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soegiri, Lamongan, setelah diduga tertembak oleh oknum polisi.
Kedua korban hingga kini masih dirawat di RS, sementara polisi menunggu hasil bedah terhadap mereka untuk mengetahui jenis peluru yang melukai adik-kakak itu.
Oknum polisi diduga melepaskan dua kali tembakan ke arah ribuan anggota perguruan silat PSHT ketika arak-arakan memasuki Desa Dampit. Tembakan itu mengenai Rudi dan Heru yang sedang berboncengan motor. Mereka pun langsung terkapar.
Kapolres Lamongan menyatakan, polisi masih menyelidiki kasus penembakan itu. Mereka belum mengetahui penyebabnya dengan pasti. Lihat juga Disini peristiwa Uji Kebal Digilas Mobil, Dua Pesilat Tewas. (adi)

6 comments
ditembak karo peluru ae bongkoh..
Gurune PSHT Bento sisan... murid te urak'an nok ndalan yo di mbarno ae... opo gurune yo asline preman sisan.. seneng lek muridte nok ndalan nggawe onar ae..
Jika sedang berpapasan dengan mobil maupu bus kota, mobil langsung disuruh minggir bodi mobil di gedor-gedor seperti sedang melakukan intimidasi.
Jika ada pengguna jalan yang menasehati anggota PSHT untuk berlaku tertib mereka seakan tidak terima dan berkata kata seakan mengajak ribut.
Tolong untuk para anggota PSHT agar menjaga sikap jika dijalan karena saya sendiri merasa kurang nyaman dan takt jika ada rombongan PSHT yang sedang berkonvoi.
Post a Comment